6 Tersangka Bandar Narkoba Di hukum Mati | pilaradio
6 Tersangka Bandar Narkoba Di hukum Mati 6 Tersangka Bandar Narkoba Di hukum Mati
Rabu (11/1), majelis hakim Pengadilan Negeri kota Cirebon, yang sekaligus Ketua Pengadilan Negeri kota Cirebon, Moch Muclis SH MH akhirnya menvonis mati enam orang... 6 Tersangka Bandar Narkoba Di hukum Mati

Rabu (11/1), majelis hakim Pengadilan Negeri kota Cirebon, yang sekaligus Ketua Pengadilan Negeri kota Cirebon, Moch Muclis SH MH akhirnya menvonis mati enam orang pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang, dan satu orang terdakwa lainnya dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara dalam sidang putusan yang digelar pada, rabu (11/1 ) Pukul 14.00 WIB

Hakim menyatakan bahwa keenam terdakwa yang divonis mati itu, yakni M Rizki (30), Jusman (52), Ricky Gunawan (34), Sugianto alias Acay (29), Yanto alias Abeng (50) dan Karun alias Ahong (40), mereka terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Larangan Peredaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang, tiga di antaranya masih menjalani hukuman di LP Narkotika Jakarta dan LP Tanjung Gusta Medan, ketiganya adalah Ricky Gunawan, Karun alias Ahong, dan Yanto alias Abeng.

Terdakwa lainnya, Fajar Priyo Susilo (25), dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara potong masa tahanan,vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan dari tim jaksa penuntut umum yang menuntutnya penjara seumur hidup.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Fajar itu berbeda, karena majelis hakim menilai terdakwa tidak banyak berperan dalam jaringan tersebut, terdakwa hanya membantu mengemas barang yang diketahuinya merupakan barang terlarang, pertimbangan lainnya, Fajar masih muda dan masih bisa memperbaiki perilakunya di masa depan.

Sidang putusan juga memvonis dua terdakwa lainnya yang dijerat dalam pasal pencucian uang, mereka adalah Hendri Unan dan Gunawan Aminah yang terbukti secara sah melanggar pasal 3 junto pasal 10 UUNo 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, keduanya dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, jika tidak bisa diganti, maka akan ditambah dengan hukuman kurungan enam bulan penjara.

Setelah sidang putusan disampaikan. kuasa hukum terdakwa, Budi Sampurno menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan kepada kliennya.

Sidang putusan di Pengadilan Negeri Kota Cirebon ini terbuka untuk umum, massa dari ormas lslam Almanar, Gapas, Granat kota Cirebon serta FKPPI kota Cirebon mengawal jalannya sidang sampai dengan selesai, dan pihak kepolisian dari POLRES Cirebon kota juga melaksanakan pengamanan jalannya sidang. (PA)

(0)