Dolar Naik, Pendapatan Produsen Tahu dan Tempe Berkurang Dolar Naik, Pendapatan Produsen Tahu dan Tempe Berkurang
Pilarberita, Kota Cirebon – Nilai Dolar Amerika yang menembus hingga ke Rp 15.000 per USD 1, membuat beberapa produsen di Indonesia mengeluh. Salah satu... Dolar Naik, Pendapatan Produsen Tahu dan Tempe Berkurang

Pilarberita, Kota Cirebon – Nilai Dolar Amerika yang menembus hingga ke Rp 15.000 per USD 1, membuat beberapa produsen di Indonesia mengeluh. Salah satu keluhannya adalah menurunnya pendapatan per produksi dibandingkan saat nilai Dolar masih stabil, Kamis ( 6/9 ).

Salah satu produsen di Cirebon yang paling terasa dampak kenaikan Dolar Amerika adalah produsen tempe dan tahu. Karena, kacang kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe dan tahu, merupakan barang impor dari Amerika.

Sandy, salah seorang produsen tempe menuturkan, dirinya mengaku mengalami penurunan pendapatan per produksi hingga 40%, karena meskipun nilai Dolar semakin naik, dirinya tak berani memangkas jumlah produksi maupun takarannya.

” Kalau kita pangkas, otomatis pelanggan akan komplain. Makanya kita tetap memproduksi dengan takaran biasa,” tuturnya.

Sandy mengatakan, walaupun harga kacang kedelai naik, dirinya tidak melakukan perubahan apapun dalam memproduksi tempe.

Sandy mengakui, dirinya lebih memilih kacang kedelai impor dibandingkan lokal, karena hasil produksi kacang kedelai lokal tidak bagus, ukurannya kecil, dan rasanya pahit. Karena itu, dirinya tetap menggunakan kacang kedelai impor.(PB02)

(27)