Nilai Transaksi APMK Tinggi, Wisatawan Mempengaruhi Ekonomi Kota Cirebon Nilai Transaksi APMK Tinggi, Wisatawan Mempengaruhi Ekonomi Kota Cirebon
Pilarberita, Kota Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mencatat, nilai transaksi non tunai dengan kartu debit dan kredit atau melalui Alat... Nilai Transaksi APMK Tinggi, Wisatawan Mempengaruhi Ekonomi Kota Cirebon

Pilarberita, Kota Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mencatat, nilai transaksi non tunai dengan kartu debit dan kredit atau melalui Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) di Kota Cirebon paling tinggi dibandingkan daerah lainnya, Rabu (22/5).

Kepala KPw BI Cirebon, Abdul Majid Ikram mengatakan total nilai transaksi APMK di wilayah kerjanya pada Januari 2019 mencapai Rp8,5 triliun. Paling tinggi dibandingkan Februari 2019 dan Maret 2019, yakni Rp6,3 triliun dan Rp6,1 triliun. Namun, pada Desember 2018 nilai transaksi APMK lebih tinggi dibandingkan pada Januari 2019, yakni Rp8,7 triliun. Untuk Oktober 2018 dan November 2018, nilai transaksi APMK masih tinggi mencapai Rp8,2 triliun dan Rp7,8 triliun.

“Tingginya nilai transaksi APMK tidak lain karena banyaknya wisatawan yang datang ke Ciayumajakuning. Wisatawan melakukan transaksi APMK karena mereka biasanya tidak banyak membawa uang tunai,” kata Majid.

Majid menjelaskan nilai transaksi APMK tinggi pada saat musim liburan membuktikan begitu besar pengaruh dari wisatawan. Sebab, di luar musim liburan, nilai transaksi APMK menurun yang dibuktikan dengan data pada Februari 2019 dan Maret 2019.

Majid menambahkan transaksi APMK masih di dominasi di Kota Cirebon. Kabupaten Kuningan relatif lebih rendah transaksinya dibandingkan daerah lainnya.(PB02)

(54)