Rekening CSI Dibekukan, 2 Pengawas Ditahan Rekening CSI Dibekukan, 2 Pengawas Ditahan
Jum’at (2/12), pembekuan rekening BMT CSI oleh Mabes Polri terungkap saat berlangsung hearing antara PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dengan DPRD Kabupaten Cirebon di... Rekening CSI Dibekukan, 2 Pengawas Ditahan

Jum’at (2/12), pembekuan rekening BMT CSI oleh Mabes Polri terungkap saat berlangsung hearing antara PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dengan DPRD Kabupaten Cirebon di ruang Bamus Lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, kemaren (1/12/2016).

Audensi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Subhan dari Fraksi Gerindra dan Yuningsih Fraksi PKB beserta beberapa anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon menghadirkan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Cirebon, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon, Dinas perdagangan Kabupaten Cirebon dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Anggota BMT CSI menyesalkan adanya tindakan kesewenang-wenangan dari Satgas Waspada Investasi (SWI) Jakarta yang telah menahan dua pengawas BMT CSI dan membekukan rekening KSPPPS BMT CSI Syariah Sejahtera (SS) sebelum adanya keputusan legal formal.

Menurut anggota BMT CSI, Wahyudin Whys tindakan tersebut sangat merugikan belasan ribu anggota BMT CSI yang tersebar mulai Aceh hingga Papua. “Kami mengadu kepada orang tua kami, yaitu anggota DPRD Kabupaten Cirebon untuk mencari solusi terbaik sehingga anggota BMT CSI tidak merasa resah atas pembekuan rekening secara sepihak itu,” tandasnya.

Sementara, konsultan hukum CSI Group Sutikno, SH MH mengatakan, legalitas PT CSI dan KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera telah memenuhi unsur sebagai koperaasi yang legal dan telah melalui prosedur sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Pada Jumat (23/11/2016) lalu atas laporan SWI, Bareskrim memeriksa dua pengawas CSI yaitu H. Mohammad Yahya ST dan Iman Santoso ST di Polres Cirebon Kota dan kedua pengawas CSI itu langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Atas kesewenang-wenangan dalam melakukan penahanan dan pembekuan rekening KSPPS BMT CSI, pihaknya akan melakukan praperadilan dan meminta dana masyarakat yang terhimpun dalam rekening KSPPS BMT CSI SS yang dibekukan untuk dicairkan kembali agar anggota BMT CSI memiliki rasa aman dan nyaman, jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pihak OJK tidak banyak memberi penjelasan karena persoaalan ini sudah ditangani pihak SWI dan Bareskrim di Jakarta. “Kalau mau minta penjelasan dipersilahkan untuk menghubungi SWI dan Bareskrim di Jakarta, kami hanya membagikan siaran pers kepada peserta audensi “, kata perwakilan OJK.

Sementara, hasil audensi ini pihak DPRD Kabupaten Cirebon akan memperlajari, terlebih dalam hal pembagian profit 5 persen per bulan. ” Kami punya hak untuk mengetahui sejauh mana pembagian profit yang dilakukan pihak CSI, sepanjang itu bisa mensejahterakan masyarakat, kami pasti dukung dan akan mengawal anggota MBT CSI “,ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Yuningsih usai mengikuti audensi di ruang kerjanya. (PA)

(0)