Selama Operasi Patuh Lodaya, Polres Cirebon Razia 6.552 Kendaraan Selama Operasi Patuh Lodaya, Polres Cirebon Razia 6.552 Kendaraan
Pilarberita, Kabupaten Cirebon – Ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, terjaring razia Operasi Patuh Lodaya 2019 yang dilakulan Polres Cirebon sejak 29... Selama Operasi Patuh Lodaya, Polres Cirebon Razia 6.552 Kendaraan

Pilarberita, Kabupaten Cirebon – Ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, terjaring razia Operasi Patuh Lodaya 2019 yang dilakulan Polres Cirebon sejak 29 Agustus hingga 11 September kemarin.

Total, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya, 6.552 kendaraan yang melanggar ditilang anggota Satlantas Polres Cirebon.

Wakapolres Cirebon Kompol Ricardo Condrat Yusuf didampingi Kasatlantas Polres Cirebon AKP Asep Nugraha mengungkapkan, dari jumlah tersebut mayoritas pelanggaran merupakan pengendara sepeda motor.

“Pelaksanaan Opera Patuh Lodaya, Polres Cirebon berhasil melakukan penindakan sebanyak 6.552 kendaraan bermotor dari berbagai kendaraan. Untuk yang terbanyak sepeda motor 5.252 unit dan untuk mayoritas pelanggaran 28-50 tahun dengan 2.732 pelanggaran,” kata Condrat pada Kamis (12/9).

Adapun jenis pelanggaran terbanyak ialah pengendara yang tidak menggunakan helm dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Menurutnya, dibandingkan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya tahun sebelumnya, terdapat peningkatan jumlah pelanggaran. Untuk itu, Polres Cirebon memiliki program Dikmas Lantas yang dilakukan tiap hari Senin.

“Untuk mengurangi pelanggaran lalulintas dan lakalantas, Polres Cirebon mempunyai program tiap Senin para Babinkamtibmas dan Kapolsek serta jajaran Lantas melaksanakan kegiatan Dikmas Lantas sosialisasi kepada sekolah, anak usia produktif dan perguruan tinggi, untuk memberikan edukasi bagaimaan berkendara yang benar,” lanjutnya.

Condrat juga memastikan, selama melakukan penindakan pelanggaran, anggota Polres Cirebon mengacu pada instruksi Korlantas Polri untuk bertugas secara profesional namun tetap humanis dan ramah kepada masyarakat. (PB03)

(81)