Kasus Ustaz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Tak Dilanjut, Mengapa? Kasus Ustaz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Tak Dilanjut, Mengapa?
Pilarberita, Newsflash – Pelaporan kasus dugaan kampanye hitam yang dilakukan Ustaz Supriyanto tidak dilanjutkan oleh Bawaslu Banyuwangi. Sang ustaz yang diduga telah menggelar kampanye hitam itu... Kasus Ustaz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Tak Dilanjut, Mengapa?

Pilarberita, Newsflash – Pelaporan kasus dugaan kampanye hitam yang dilakukan Ustaz Supriyanto tidak dilanjutkan oleh Bawaslu Banyuwangi. Sang ustaz yang diduga telah menggelar kampanye hitam itu tidak bisa dijerat Undang-undang Pasal 280 ayat 1 huruf g Undang-undang nomer 7 tahun 2017.

Komisioner Bawaslu Banyuwangi Anang Lukman mengatakan, setelah masuk tahap pembahasan kedua dengan Gakkumdu, proses pelaporan Supriyanto tidak bisa dilanjutkan. Itu dikarenakan yang bersangkutan tidak termasuk bagian dari Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pembahasan baru selesai ini tadi. Tidak bisa dilanjutkan karena memang tidak masuk dalam tim pemenangan capres dan cawapres nomer urut 02,” ujarnya kepada detikcom, Senin (1/4/2019).

Anang menambahkan, meski apa yang dilakukan Supriyanto merupakan kegiatan kampanye, namun sang ustaz tidak bisa dijerat undang Pasal 280 ayat 1 huruf g Undang-undang nomer 7 tahun 2017. “Dengan kata lain pelaporan ini tidak bisa dilanjutkan,” pungkasnya.

Senin (11/3), Bawaslu Banyuwangi menerima laporan terkait adanya kampanye yang dilakukan di Masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Kulon, Banyuwangi. Yang dilaporkan yakni Supriyanto dengan bukti video viral.

Dalam video tersebut, Supriyanto diduga melakukan kampanye hitam. Dalam video berdurasi 51 detik itu, sang ustaz menyebarkan isu Capres Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang akan mengesahkan Undang-Undang Pelegalan Perzinahan jika terpilih pada 17 April mendatang.

Source : detik.com

(54)